•  
  • PT Graha Sarana Adhiputra
Senin, 11 Mei 2015 - 01:38:57 WIB
MENGINTIP FOOD TRUCK UNIK ALA INDONESIA
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Food Truck - Dibaca: 619734 kali

Menjual makanan dengan kendaraan bukan hal baru di Indonesia. Dengan mudah kita bisa menemukan pedagang siomay, bakso, atau sate yang menggunakan mobil.

Kalau di sini, mobil yang dipakai berjualan dipanggil "Moko" alias Mobil Toko. Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max merupakan model yang kerap dipakai sebagai basis "Moko".

Konsep berjualan di mobil ini di-reinventing oleh sejumlah pengusaha kreatif. Mereka membuatnya menjadi lebih bergaya, populer, dan unik dengan mengusung gagasan food truck yang populer di Amerika Serikat.

Berbeda dengan "Moko" yang tampilannya tanpa "make-up", food truck ini terlihat lebih modis dan bergaya. Mereka membawa "gaya busana" khas yang dikombinasikan dengan menu tematik atau spesialis.

Contohnya seperti Rumah Sosis, ia menggunakan bus keluaran Mercedes-Benz seri OH-1536 tahun 2009. Butuh sekitar lima bulan dan biaya kurang lebih Rp 1 miliar untuk merubah bentuknya agar terlihat seperti bentuk sosis. Selain mampu mengangkut 12 orang, di dalam kabin terdapat freezer, pendingin minuman kemasan, serta televisi.

Begitupun seperti yang dilakukan di kedai Britatoes. Memakai mobil Isuzu Elf tahun 2014, bagian belakangnya disulap sebagai kitchen set untuk memasak berbagai menu berbahan dasar kentang. Ada kompor, chiller dan countertempat minuman. Mengandalkan jasa karoseri, selama 4 bulan waktu pengerjaan tampilan luar kedai ini juga dibuat menyerupai bus klasik ala Inggris.

Hei, masih ada lagi. Perkenalkan, ini Chevrolet seri 3100 Pick Up keluaran tahun 1942. Berasal dari Hauwke Auto Gallery, mobil dengan nama Loco Mania ini menjual makanan khas Meksiko, yaitu Burrito Wrap. Bagian dalamfood truck ini terdapat beberapa kompor portablemagic com, dan cool box berukuran besar.

Oh ya, ada juga Volkswagen Combi Dakota tahun 1963. Dengan nama Tabancocoffee mobil ini menjajakan minuman kopi. Peralatan untuk meracik kopi espreso ada di dalamnya. Biarpun minim ubahan tetap saja mobil ini tetap menggunakan jasa karoseri untuk mengubah desainnya. “Penggarapan mobil menghabiskan total biaya sekitar Rp 200 jutaan dengan waktu sekitar 6 bulan,” ujar Felix TJ, pemilik Tabancocoffee.

Food truck di Indonesia enggak cuma pakai mobil klasik atau sasis truk, Daihatsu Gran Max juga diubah menjadi food truck dengan tampilan unik dan menarik. Pojok Nasi Goang merupakan salah satu contohnya. Sebuah Daihatsu Gran Max dimodifikasi selama 2 bulan dan biaya sekitar Rp 100 jutaan sukses dipasangi kitchen set, kompor, kulkas, dan dispenser.

 (sumber: http://m.autobild.co.id/read/2014/12/23/12323/69/13/Mengintip-Food-Truck-Unik-ala-Indonesia)



    0 Komentar :


    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)